Kukar Kaya Budaya, Wajib Dilestarikan

img

TENGGARONG, Kutai Kartanegara memiliki seni budaya yang wajib dilestarikan. Pelaksanaan Erau yang diselenggarakan setiap tahun menjadi bukti komitmen Pemerintah Kukar dalam melestarikan seni budaya Kutai Kartanegara.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kukar Salehudin saat mengikuti kegiatan beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival 2017, pecan lalu.

Ketua DPRD Kukar bersama dengan Bupati, pangeran, pejabat daerah,ikut beseprah. Kegiatan Beseprah, yang dalam Bahasa Kutai, artinya makan bersama sambil duduk bersila diatas tikar, pada pukul delapan pagi, ratusan warga dan peserta Erau sudah mulai berkumpul di sepanjang jalan Diponegoro Tenggarong Kutai Kartanegara. Acara Beseprah ini salah satu kegiatan yang di tunggu oleh masyarakat Kutai Kartanegara, karena acara Makan besar tersebut tidak dipungut biaya atau gratis.
“Kita sangat apresiasi terhadap acara ini. bahwa hakikat beseprah itu tidak hanya Makan bersama sambil duduk bersila diatas tikar lebih dari itu merupakan ajang pendekatan bagi kerabat keraton dan pemerintah dengan masyarakat sekitar yang merupakan bagian dari adat Erau,” ungkap Salehudin.

Dalam beseprah, disediakan berbagai macam Kuliner khas Kutai yang di sajikan secara gratis di hamparan kain sepanjang satu kilo meter, seperti Serabai, Untuk-untuk, Apam, Putu labu, dan Roti Gembong. Ada juga makanan berat seperti Nasi kuning, Nasi kebuli, Nasi putih lengkap dengan pirik cabek (sambal) , gence ruan (ikan gabus goreng yang di lumuri sambal), semor & masih banyak makanan yang lainnya. Beseprah ini terlaksana atas dukungan dan partisipasi dari Perintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Perbankan, dan sejumlah perusahaan / investor di Kutai Kartanegara.awi/poskotakaltimnews.com